Now Playing Tracks

rinisetia:

anthony-caspillo:

Infographic: The Psychology of Colour at Home

Color plays a huge role in any home. It can make a room feel warm and inviting or cold and stale depending the shade. While each homeowners personal tastes will effect the color scheme of any home, there are some psychological influences that should cause us to think about that next room painting project.

Did you know blue is the best color for a study? Why? Because psychologically it’s the color that makes us the most productive. The infographic below from Painters of Louisville is really interesting. It breaks down the best colors for your state of mind in each room at home, but also gives you some background into how each color makes our minds react. 

Click here to see the full size infographic and find out which rooms you’ll soon need to repaint because they’re causing psychological problems…or not.

www.acaspillorealty.com

www.facebook.com/acaspillorealty

www.twitter.com/anthonycaspillo

kyaaaa akuhh pernah buat peneliian ttg iniiii

lumayan nih untuk referensi ^^

Tindakan Sosial Menurut Max Weber

image

Webber mengklasifikasikan tindakan sosial menjadi empat jenis, yaitu:

1. Tindakan Tradisional

Tindakan sosial dalam buku berjudul “The Problem of Sociology”, tindakan tradisional dalam pelaksanaannya terdapat batasan antara suatu kegiatan yang bermakna dan tidak bermakna dan dapat dijelaskan dengan interpretative sosiologi. Ini karena tindakan tradisional adalah tindakan yang dilakukan dibawah pengaruh adat dan kebiasaan. Hal tersebut dilakukan secara sadar dan berdasarkan pada tindakan yang tradisional, bahkan tindakan tersebut mengandung nilai subjektif dan tidak dapat dipahami (Lee: 176).

Jadi, tindakan tradisional berdasarkan suatu nilai yang hanya mengikut pada tradisi yang dilakukan dan hanya berdasarkan oleh para pendahulunya saja, tidak tahu apa maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut. Tindakan ini bahkan tidak rasional untuk dilaksanakan. Contohnya adalah upacara adat Jawa yang sudah ada semenjak zaman dahulu. Kadang tujuannya bahkan tidak diketahui oleh yang melaksanakan. Contoh laainnya adalah kegiatan mudik yang dilaksanakan setiap lebaran tiba.

2. Tindakan Afektif

Tindakan ini terjadi dibawah pengaruh keadaan emosional seseorang. Sama seperti tindakan tradisional, tindaka afektif juga memiliki sifat naluriah, tidak sadar atau tidak dapat dimengerti dan hanya dapat dijelaskan oleh psikologi dan psikoanalisa. Tindakan afektif ditandai dengan fakta bahwa tindakan tersebut tidak membawa tujuan untuk berakhir, tetapi sebagai tujuan itu sendiri dan murni untuk kepentingan dirinya sendiri (Lee: 177). Tindakan ini juga bersifat irrasional. Contohnnya adalah seseorang bekerja lebih giat untuk mendapatkan pujian dari atasannya. Tindakan ini didasarkan pada perasaan yang ingin mendapat perhatian lebih. Contoh lainnya, orang tua akan melakukan apa saja untuk melindungi anaknya. Bahkan melakukan hal yang dapat membahayakan dirinya sendiri untuk menyelamatkan anaknya. Tindakan afektif terhadap si anak, membuat orangtua tersebut melakukan hal yang orang lain tidak mau lakukan.

3. Rasional Berorientasikan Nilai

Rasionalitas berorientasikan nilai dijujung tinggi oleh fakta yang individual dikendalikan untuk mengesampingkan suatu yang ideal. Tindakan rasional berorientasikan nilai berpegang pada agama, politik atau lainnya sehingga menyebabkan tidak memperhitungkan pertimbangan lain yang relevan (Lee: 177).

Bagaimanapun, hal ini tetap mengandung suatu yang irasional karena ini hanya mengangkat satu tujuan khusus diatas semua dan tidak menghitung konsekuensi dari serangkaian tujuan yang mungkin memiliki pada pencapaian tujuan-tujuan mereka sendiri.

Jadi, rasional berorientasikan nilai adalah tindakan sosial yang memperhitungkan manfaatnya, tapi tujuan yang ingin dicapai tidak terlalu dipertimbangkan. yang pasti tidakan tersebut dinilai baik dan benar oleh masyarakat sekitarnya.

Contohnya yaitu seseorang yang melakukan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing. Contoh lainnya yaitu seorang pemuda memberikan tempat duduknya kepada seorang nenek karena ia memiliki keyakinan bahwa anak muda harus hormat kepada orang tua. Atau, seorang berpuasa sekian hari untuk mendapatkan berkah sesuai dengan kepercayaannya.

4. Rasional Instrumental

Yaitu tindakan sosial yang dilaksanakan dengan pertimbangan tertentu antara usaha, manfaat dan tujuan yang ingin didapat oleh orang tersebut. tindakan sosial ini adalah tindakan paling rasional diantara tindakan sosial lainnya.

Contohnya, seseorang ingin membeli kendaraan bermotor. Ia harus bekerja keras untuk mengumpulkan uang. Uang tersebut disisihkan untuk keperluan pribadi dan tabungan membeli kendaraan. Jika tabungannya sudah terkumpul atau sudah mencukupi harga sebuah kendaraan bermotor, maka ia akan membeli kendaraan tersebut. 

Sumber:

Read More

Persepsi

1.       PENGINDERAAN

Penginderaan atau sensasi adalah proses penerimaan energi rangsangan dari lingkungan luar. Rangsangan dapat dideteksi oleh sel reseptor dalam beberapa indera, yaitu, mata, telinga, kulit, hidung dan lidah. Ketika sel reseptor menangkap rangsangan, energi dikonversi menjadi implus elektrokimia. Proses ini disebut transduksi. Transduksi menghasilkan informasi aksi potensial mengenai rangsangan melalui sistem saraf ke otak. Saat rangsangan sampai ke otak, informasi dikirim ke daerah yang sesuai di cerbal cortec. Otak memberi makna pada sensasi melalui persepsi. Persepsi adalah proses pengorganisasian dan penafsiran informasi sensorik untuk memberikan makna. Pengindraan dan persepsi memberi kita pandangan tiga dimensi.

Reseptor Sensorik

Setiap penginderaan diawali dengan reseptor sensorik. Reseptor sensorik adalah sel khusus yang mendeteksi dan mengirimkan informasi rangsangan untuk saraf sensorik (aferen) dan otak. Reseptor sensorik memicu aksi potensial di neuron sensorik, yang membawa informasi ke sistem saraf pusat. Manusia memiliki banyak reseptor yang menyediakan cabang yang kaya akan penginderaan. Organ-organ indera dan sensor reseptor terbagi menjadi beberapa kelas utama berdasarkan jenis energy yang ditransmisikan, yaitu :

·         Photoraception (mendeteksi cahaya, dirasakan sebagai pandangan)

·         Mechanoreception (mendeteksi tekanan, getaran dan perpindahan, dirasakan sebagai sentuhan, pendengaran dan equilibrium)

·         Chemoreceptionn (mendeteksi stimuli kimia, dideteksi sebagai bau dan rasa)

Persepsi adalah mencari tahu arti dari pesan sensorik. Banyak faktor top-down menentukan makna ini, termasuk sinyal dari bagian otak yang berbeda, tujuan awal pembelajaran dan bagaimana membangkitkan orang tersebut.

Bottom-Up and Top-Down Processing

Dalam proses bottom-up, reseptor sensorik menangkap informasi mengenai lingkungan luar dan mengirimnya ke otak untuk dianalisa dan diinterpretasikan. Proses bottom-up dimulai dari masuknya rangsangan. Dalam kehidupan sehari-hari, proses penginderaan dan persepsi merupakan proses yang hamper tak terpisahkan. Otak akan secara otomatis menangkap informasi yang diterima dari organ-organ indera.

Thresholds

Psychophysics adalah sebuah bidang studi yang mempelajari hubungan antara rangsangan fisik dan pengalaman seseorang tersebut.

Absolute Threshold

Absolute Threshold adalah jumlah energi minimum yang dapat dideteksi oleh seseorang. Tiap orang memiliki threshold yang berbeda, karena setiap orang memiliki kelebihan pada indera yang yang berbeda pula.

Different Treshold

Perbedaan aspek penting dalam threshold adalah peningkatan pada threshold dengan besaran stimulasi yang dirasakan. Dalam prinsip Webers law bahwa secara konstan 2 stimulus harus berbeda dalam presentase minimal.

Teori Deteksi Sinyal

Teori deteksi sinyal fokus pada keputusan dalam rangsangan dalam kondisi yang tidak menentu, tergantung dari variasi factor disamping intensitas rangsangan fisik dan sensor dalam mengobservasi. Teori deteksi sinyal menyediakan dalam bentuk bahasa dan grafik untuk menganalisa keputusan dalam kondisi yang tidak menentu tersebut. Keputusan dalam deteksi sinyal ini mempunyai 2 komponen utama, yakni pendapatan informasi dan pengkriteriaan. Hingga kini dikenal lima alat penginderaan yang dimiliki oleh manusia untuk menerima rangsangan dari lingkungan luar, menginterprtasikannya, lalu menjadi sarana pembentukan persepsi. Lima penginderaan manusia yaitu: Peraba, Pengecap, Penciuman, Penglihatan, Peraba.

·         Peraba

Alat penginderaannya yaitu kulit. Perabaan adalah rangsang mekanis ringan pada bagian permukaan tubuh, khususnya yang tidak berambut seperti telapak kaki, bibir, dan lain-lain. Kulit memiliki ujung-ujung saraf sensorik sebagai reseptor khusus untuk sentuhan, tekanan temperatur (panas dan dingin), serta rasa sakit.  Reseptornya adalah corpuscula meissner dan corpuscula pacini.

·         Pengecap

Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut pada air) untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis.

·         Penciuman

Alat penginderaannya yaitu hidung. Rangsang berupa hawa udara atau bau melalui udara yang menuju ke reseptor yang ada di rongga hidung (cavum nasalis). Prosesnya adalah bau diterima oleh rongga hidung diteruskan oleh nervus ke-1 (saraf pembau) menuju gyrus centralis posterior.

·         Penglihatan

Alat penginderaannya yaitu mata. Mata memiliki kemampuan untuk mendeteksi stimulus penglihatan tergantung dari sensitivitas mata untuk membedakan cahaya. Terdapat 6 bagian mata yang mempunyai fungsi yang berbeda, yaitu scelera, iris, pupil, kornea, lensa, serta retina. Serta terdapat dua jenis reseptor visual, yaitu Rods dan Cone.

·         Pendengaran

Pendengaran adalah persepsi saraf mengenai energi suara. Gelombang suara adalah getaran udara yang merambat dan terdiri dari daerah bertekanan tinggi karena kompresi (pemampatan) molekul-molekul udara yang berselang seling dengan daerah bertekanan rendah akibat penjarangan molekul tersebut.

·         Kinestetik dan Vertibular

Kinestetik memberikan informasi mengenai posisi tubuh dan gerakan badan. Reseptor yang bernama Proprioceptor yang terdapat pada persendian dan urat-urat memungkinkan untuk dapat mengetahui posisi anggota tubuh kita.Vertibular memberikan informasi mengenai keseimbangan tubuh. Pusat keseimbangan berada di otak kecil (cerebellum) dan canalissemicircularis yang terdapat pada telinga bagian dalam. Penginderaan akan terasa apabila kita berada dalam posisi akan jatuh.

Merasakan Sensor Stimuli

·         Attention (Perhatian)

Selective attention, adalah sikap berfokus pada suatu aspek secara spesifik pada suatu pengalaman dan mengabaikan yang lainnya. Contoh selective attention yang paling akrab adalah kemampuan untuk fokus pada satu suara didalam ruangan yang ramai dan penuh dengan kebisingan.

·         Perangkat Persepsi

Perangkat Persepsi mengacu pada kecenderungan atau kesiapan untuk memahami sesuatu dengan cara tertentu. Perangkat persepsi bertindak sebagai saringan “psikologis” dalam memproses informasi mengenai lingkungan sekitarnya.

 

2.       PERSEPSI

2.1.   Pengertian Persepsi

Menurut Sarwono (1976) presepsi adalah kemampuan manusia untuk membeda-bedakan, mengelompokan, memfokuskan, dan mengorganisasi pengamatan objek-objek yang ada di sekelilingnya. Kemampuan untuk melakukan presepsi berkembang sesuai dengan perkembangan manusia. Proses terjadinya presepsi berlangsung di otak, dengan menggunakan indera sebagai bahan mentah. Sehingga secara singkat, prespepsi merupakan proses interpretasi terhadap rangsangan yang terjadi di indera dan hasil interpretasi tersebut berupa mengelompokan, memfokuskan dan mengorganisasikan suatu objek benda.

2.2.  Prinsip-Prinsip Persepsi

Psikologi Gestalt menyatakan bahwa manusia secara alami mengatur persepsinya tergantung pada pola-pola tertentu dan memaknainya pola-pola yang ditangkap oleh indera menjadi sesuatu yang lebih berarti secara keutuhan. Prinsip persepsi dari prinsip psikologi Gestalt terdiri dari: wujud dan latar, pola pengelompokkan, kedekatan, kesamaan, prinsip kelengkapan dan ketertutupan, prinsip pregnant, kelangsungan yang terdiri dari kelangsungan bentuk, warna, ukuran, dan bentuk. Terjadi perbedaan presepsi karena adanya perbedaan perhatian pada objek, perbedaan seseorang akan rangsangan yang ada, kebutuhan, sistem nilai, ciri kepribadian.

2.3.  Mepersepsikan Bentuk, Kedalaman, Gerak, dan Konsistensi

Depth Perception

Depth perception adalah kemampuan untuk mempersepsikan objek secara tiga dimensi. Dalam melihat kedalaman, kita menggunakan dua jenis informasi atau cues (binocular dan monocular). Binocular cues adalah depth cues yang berdasarkan pada kombinasi dari gambar yang diterima mata sebelah kanan dan sebelah kiri dan pada saat dua mata sama-sama bekerja. Monocular cues adalah depth cues yang dapat di ekstrak dari visualisasi yang diterima oleh salah satu mata. Walaupun melihat dengan satu mata, tetap dapat terlihat ketigadimensian suatu objek.

Motion Perception

Motion perception berperan penting dalam kehidupan berbagai macam spesies makhluk hidup. Motion perception penting bagi bebeapa hewan untuk bertahan hidup karena mereka mendeteksi keberedaan makhluk hidup lain melalui gerakannya. Para psikolog tertarik pada real movement dan apparent movement, yang terjadi saat suatu objek diam tetapi kita memperespikannya sebagai bergerak.  Apparent movement memiliki dua bentuk, yaitu strovoscopic motion dan movement aftereffects. Stroboscopic motion adalah ilusi gerakan yang terbentuk saat terjadi stimulasi cepat pada bagian-bagian berbeda dari retina. Sedangkan, movement aftereffects terjadi ketika kita melihat gerakan berkelanjutan lalu melihat ke permukaan yang lain, yang lalu terlihat seperti bergerak ke arah yang berlawanan.

Perceptual Constancy

Perceptual constancy adalah pengenalan bahwa objek adalah konstan dan tidak berubah walaupun sensory input terhadapnya berubah. Tiga tipe dari perceptual constancy, yaitu: size constancy, shape constancy, dan brightness constancy.

2.4.  Tujuan Persepsi

Tujuan dari persepsi adalah untuk menggambarkan informasi dari dunia luar secara mendalam.

3.       PERSEPSI SOSIAL

3.1.  Definisi Persepsi Sosial

Persepsi sosial adalah proses menginterpretasikan manusia baik diri sendiri, orang lain, atau sekelompok orang yang dapat ditangkap melalui penginderaan, untuk mencari tahu dan mengerti orang lain atau diri sendiri dan membentuk kesan serta kesimpulan mengenainya. Persepsi sosial oleh seseorang tidak selalu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya dan merupakan sebuah konstruksi yang dibangun oleh yang berpersepsi mengenai orang lain. Menurut Brehm, ada tiga petunjuk tidak langsung yang kita gunakan untuk membentuknya, yaitu: 1. Pribadi, 2. Situasi, 3. Perilaku. Dengan tiga petunjuk itu, seseorang dapat dengan cepat menilai orang lain hanya dari tampilan fisiknya. Sisi lain yang dilihat dalam menentukan persepsi yaitu jenis kelamin, ras, etnik, dan sebagainya. Persepsi sosial dibangun oleh tiga hal yang saling mempengaruhi. Menurut Istiqomah (1988), persepsi sosial dibangun oleh: 1) variabel objek-stimulus, 2) variabel latar atau suasana pengiring keberadaan objek-stimulus, dan 3) variabel diri perseptor.

3.2.  Proses yang Mempengaruhi Persepsi Sosial

Proses terbentuknya persepsi sosial dimulai dari pengenalan terhadap tanda-tanda atau tingkah laku non verbal yang ditunjukan oleh orang yang merupakan objek. Lalu baru proses persepsi dibentuk menggunakan informasi dari tingkah laku verbal. Dari informasi non verbal dan verbal yang didapatkan, dapat terbentuk kesan-kesan terhadap objek. Persepsi sosial dipengaruhi oleh berbagai proses yang meliputi enam proses utama: Teori Kepribadian Implisit, Self-fulfilling prophecy, Perceptual Accentuation, Primary Recency, Consistency, Stereotyping.

4.       APLIKASI TEORI PERSEPSI DALAM INTERAKSI MANUSIA

1.       Impression Formation

Impression Formation merupakan proses dimana informasi tentang orang lain diubah menjadi pengetahuan.

2.       Attribution (Labelling)

Atribusi adalah proses dimana kita menjelaskan dan menginterpretasikan kejadian yang kita temui. Fungsi atribusi yaitu: memberikan penjelasan mengenai dunia, baik dunia secara fisik maupun dunia secara sosial, memungkinkan kita untuk memelihara, melindungi, ataupun memperluas keyakinan yang kita miliki mengenai diri kita sendiri, memformulasikan perilaku kita, terutama dalam kaitan tindakan kita dengan orang lain

Atribusi terdiri dari tiga teori, yaitu: Theory of Correspondent Inference (Edward Jones dan Keith Davis), Model of Scientific Reasoner (Harold Kelley), dan Social Influence.

 

Hakikat manusia itu ada 3:

- Tidak mau disalahkan. Manusia akan mencari pembenaran atas dirinya sendiri

- Tidak pernah bisa disamakan. Isi kepala dari semua manusia pasti berbeda-beda, tidak bisa disamakan

- Manusia itu tidak 100% baik dan tidak 100% buruk. Jadi, manusia itu baik dan buruk

Koetjaraningrat, Pelajaran Manusia dan Masyarakat Indonesia

Alasan Mengapa Sosiologi Berkembang Pesat Di Eropa

Sosiologi diambil dalam bahasa Yunani yaitu socius yang berarti kawan dan logos yang berarti ilmu. Jadi Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan atau interaksi antar manusia dalam bermasyarakat. Sebenarnya, Sosiologi sudah dikonsepkan oleh Plato namun yang menamai dengan Sosiologi adalah Auguste Comte di abad 19. Sehingga ia disebut sebagai bapak Sosiologi.

Sosiologi berkembang pesat menjelang abad 19, terutama di Eropa dan Amerika. Banyak latar belakang historis yang menyebabkan hal ini. Di Eropa, dua kejadian besar tersebut berdampak pada perubahan struktur yang ada pada masyarakat. Memunculkan dua pihak yang saling bertentangan. Dua kejadian besar tersebu adalah Revolusi Industri dan bangkitnya kapitalisme serta Revolusi Politik di Perancis yang berakibat pada Revolusi Perancis. Sedang di Amerika Serikat, sosiologi berkembang karena adanya Revolusi Amerika atau kemerdekaan Amerika. Dari tiga peristiwa tersebut memunculkan satu masalah baru yang sangat berpengaruh bagi tatanan kehidupan dalam bermasyarakat yang mengakibatkan munculnya ancaman sosial berupa disintergrasi sosial. Menurut Ritzer, kekuatan sosiologi yang mendorong berkembangnya sosiologi yaitu Revolusi Politik, Revolusi Industri dan munculnya Kapitalisme, munculnya sosialisme, urbanisasi, perubahan keagamaan, feminism, dan pertumbuhan ilmu (2008: 5-8)

Revolusi Industri di Inggris muncul pada abad 19 dan dampaknya mulai menyebar pada abad ke 19. Revolusi ini terjadi karen perubahan sistem dari pertanian dalam jumlah besar menjadi industri. Ilmu pengetahuan yang berkembang membuat teknologi semakin berkembangn dan mempermudah pekerjaan manusia serta membuat barang produksi diproduksi dalam jumlah besar. Setelah penemuan mesin uap, industri semakin besar. Industri di Inggris semakin besar karena bahan baku industri mereka dapatkan dengan murah dari Negara jajahan mereka. Mesin yang digunakan semakin canggih sehingga meningkatkan kuantitas barang tanpa perlu membayar pegawai lebih banyak. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kesetimpangan sosial antara orang yang memiliki barang produksi dengan yang tidak memiliki barang produksi. Konsep kapitalis pun muncul. Sehingga para borjuis memperkaya diri mereka sendiri, sedangkan para proletar mencoba bertahan hidup diantara himpitan ekonomi dan kemiskinan. Pada saat itu, terjadi urbanisasi besar-besaran karena banyak beranggapan jika bekerja di kota gaji mereka lebih besar daripada hanya berladang di desa. Hal ini menyebabkan banyak gelandangan dan pengangguran memenui kota.

Hal ini mengakibatkan Karl Marx, Max Webber dan Georg Simmel memusatkan perhatian mereka pada sosiologi. Mereka menyusun teori yang dapat digunakan untuk mencegah disintegrasi antar masyarakat seperti Marx dengan teori Sosialisnya. Dimana barang produksi dimiliki oleh Negara dan digunakan secara bersamaan. Mereka menelti, menciptakan teori baru yang dapat menyelasaikan masalah saat itu seperti ketimpangan sosial, disintegrasi sosial, dan kapitalisme yang merajalela. Karena ada keinginan dari masyarakat untuk menciptakan tidak adanya kesetimpangan, terciptanya intergritas antara masyarakat serta mencegah individualistis yang berlebihan maka sosiologi berkembang pesat.

Lalu, Revolusi Amerika adalah kejadian dimana Amerika menyatakan diri merdeka dari penjajahan Inggris. Tapi, efek dari revolusi Amerika ini adalah banyaknya migrasi dari Eropa yang masuk ke Amerika akibat krisis ekonomi di Eropa. Tanah yang belum di gunakan mulai digunakan sebagai ladang, ladang semakin luas namun pekerja tidak mencukupi sehingga mereka membeli budak dari Afrika untuk dipekerjakan di ladang. Ada pertentangan antara kaum humanis dengan kaum pemilik ladang. Amerika menjadi perang saudara dan terbagi dalam dua kelompok, yaitu yang membela hak budak dan yang dan pihak yang mementingkan ladangnya. Kemajuan teknologi dapat diterima dengan baik baik disini. Namun ada satu masalah yang muncul dari kemajuan-kemajuan ini, yaitu masalah sosial.

Mereka merasa perlu untuk menangani masalah sosial ini. Muncul organisasi yang menangani masalah sosial tersebut yang berlatar belakang Kristen. Baru diabad 19, para pelaku organisasi sosial ini merasa perlu adanya ilmu yang mendasari tindakan sosialnya. Gerakan sosial ini masih bersifat teologis dan filosofis. Dalam perkembangannya, sosiologi di Amerika lebih diarahkan kepada perbaikan masyarakat. Oleh karena itu perkembangan sosiologi di Amerika mengalami perkembangan yang pesat.

Sedangkan di Perancis karena adanya Revolusi Amerika menjadi dasar terjadinya Revolusi Perancis. Lafayette yang membantu kemerdekaan Amerika saat itu terkesan dengan Undang-undang mengenai hak asasi manusia yang dikumandangkan Amerika. Ditambah dengan keadaan Perancis saat itu dipimpin oleh seorang pemimpin yang suka berfoya-foya dan tidak tegas membuat warga ingin menggulingkan kekuasaan Louis XVI. Hal ini berujung pada penyerbuan ke Istana dan pembebasan tawanan politik di penjara Bastille serta pemenggalan Raja Louis XVI.

Dampak dari Revolusi Perancis ini sangat besar seperti hilangnya sistem feodalisme karena mengelompokkan rakyat berdasarkan status sosialnya, berkembangnya ide supermasi hukum UUD merupakan kekuasaan tertinggi, dan lainnya.

Sosiologi berkembang dengan pesat karena para theorist melihat bahwa banyak perubahan yang terjadi pada masyarakat Perancis semenjak Revolusi Perancis terjadi. Baik dalam hubungan antara masyarakat dengan masyarakat maupun masyarakat dengan pemerintahan. Sosiologi juga dianggap penting dalam perkembagan Negara. Tokoh sosiologi yang lahir pada masa ini adalah Auguste Comte dan Emil Durkheim.

Sumber:

“Revolusi Perancis” diunduh dari http://mustaqimzone.wordpress.com/2012/06/27/revolusi-perancis/, 28 Februari 2013

Laeyendeker, L. 1983. Tata, Perubahan, dan Ketimpangan: Suatu Pengantar Sejarah Sosiologi. Jakarta: PT. Gramedia

Ritzer, George. 2008. Modern Sociological Theory. New York: McGraw-Hill

To Tumblr, Love Pixel Union